Ini Dia Pilihan Termometer Bayi yang Cocok dengan Usianya

Pada umumnya, Anda akan mengira bahwa semua penggunaan jenis termometer bayi adalah sama. Namanya juga termometer pasti digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Tergantung penempatannya saja, apakah ditempatkan di telinga atau yang lainnya. Padahal, tidak semua termometer aman dan cocok terutama untuk bayi yang baru lahir. Informasi di bawah ini bisa membantu Anda menggunakan termometer saat bayi sedang demam.

1.     Termometer Raksa
Termometer jenis ini merupakan andalan Ibu rumah tangga sedari dulu. Bahkan pernah ada oleh-oleh pernikahan dengan termometer ini sebagai hadiahnya. Karena begitu familiarnya, termometer bayi ini bisa dibawa kemanapun pergi dan bisa digunakan oleh siapapun. Sesuai dengan penamaannya, termometer ini menggunakan air raksa sebagai alat pengukur suhu tubuh apabila terjadi demam.

Penggunaannya juga cukup mudah. Anda tinggal tempatkan termometer ini pada ketiak dan tunggu beberapa menit, maka air raksa akan berjalan sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh suhu tubuh. Meskipun penggunaanya terbilang mudah, termometer ini mulai sudah tidak diperbolehkan lagi. Karena, apabila termometer jatuh dan tidak disimpan dengan aman, maka air raksa yang di dalamnya bisa mencemari lingkungan sekitar.

Oleh sebab itulah, kenapa termometer ini selalu menggunakan wadah plastik sebagai pelapis luarnya. Disisi lain sifat kekurangannya, ternyata termometer ini juga punya sisi kelebihan. Termometer air raksa ini sempat menjadi pilihan favorit Ibu-Ibu semenjak pertama kali ada. Meski menggunakan air raksa, air ini tidak membasahi dinding tabung termometer sehingga penggunaan termometer ini cukup akurat dan teliti. Disamping itu, air raksa juga bisa mengambil kalor dengan mudahnya dan pemuaian raksanya pun juga terbilang teratur.

2.    Termometer Digital
Ada terobosan baru di dunia kesehatan. Inovasi dari termometer berkembang dari penggunaan air raksa menjadi digital. Termometer ini juga banyak varian dan jenisnya. Ada yang digunakan untuk dahi, ketiak, dubur, badan bahkan mulut yang berfungsi sebagai dot bayi hingga termometer realtime. Termometer ini bekerja dengan mengandalkan sensor panas secara elektrik.

a.   Umur 0 sampai 3 bulan
Apabila Anda memiliki bayi yang berumur dibawah 0 sampai 3 bulan, Anda bisa menggunakan termometer digital. Tapi, Anda harus memilih termometer yang peruntukkannya dubur. Anda bisa membaca petunjuknya pada kemasan atau bisa juga langsung menanyakan pada pelayan toko tempat Anda membeli.

Pemilihan termometer dubur ini dimaksudkan agar bayi yang mayoritas terganggu dengan benda asing dan tidak bisa diam ini, bisa diperiksa suhu tubuhnya. Caranya Anda bisa menengkurapkannya dibidang datar atau di atas pangkuan Anda. Jika sudah berhasil, Anda bisa mencari dubur dan memasukkan sebagian ujung termometer ke dalamnya. Jika, anak Anda terasa terganggu, Anda jangan buru-buru mencabut termometer.

Anda harus menunggu kurang lebih 3 menit, atau menunggu apabila ada pemberitahuan bunyi. Ini adalah pertanda bahwa pengukuran suhu pada dubur telah selesai.

b.   Umur 3 sampai 6 bulan
Anda bisa mengaplikasikan penggunaan termometer dahi. Termometer ini menggunakan inovasi dari sinar infra merah. Atau Anda juga bisa menggunakan termometer mulut apabila Anda dan anak Anda merasa nyaman. Intinya, termometer yang Anda pakai bisa bertahan beberapa menit pada tubuh anak Anda.

c.  Umur 6 bulan sampai 4 tahun
Pada umur seperti ini, biasanya anak mulai aktif-aktifnya bergerak. Bahkan berlari-lari sekalipun. Anda yang ingin memeriksa suhu tubuh pada anak Anda ini, Anda bisa menggunakan termometer telinga. Syaratnya, telinga anak Anda harus bersih dari berbagai macam kotoran. Kalau tidak ada Anda bisa pakai termometer ketiak.

Itulah macam-macam termometer bayi yang bisa Anda gunakan pada anak Anda yang mana bisa disesuaikan dengan umur anak Anda. Apabila ada kendala lebih lanjut, Anda bisa pergi ke dokter terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *