Cara Mendeteksi Masa Subur Dengan Berbagai Metode

By | September 26, 2021

Cara Mendeteksi Masa Subur Dengan Berbagai Metode – Mendeteksi masa subur wanita merupakan salah satu cara untuk perencanaan kehamilan yang baik dan terencana. Dengan kehamilan yang baik dan terencana diharapkan bayi yang dikandung dan dilahirkan nanti akan sehat beserta ibunya.

Asalkan wanita tersebut tidak memiliki kelainan anatomi, pasangan dapat menggunakan masa subur wanita untuk melakukan kehamilan yang terencana. Misalkan, saat ini ingin hamil atau mungkin ditunda dulu untuk waktu berikutnya. Dengan mengetahui masa subur juga dapat digunakan untuk perencanaan jumlah anak yang akan dimiliki, jarak kelahiran antar anak secara alami, aman dan efektif.

Cara Mendeteksi Masa Subur Dengan Berbagai Metode

Masa subur wanita adalah masa dimana ada satu sel telur yang siap untuk dibuahi oleh sel sperma di saluran telur (tuba faloppi) yang terjadi satu bulan sekali. Sel telur tersebut mampu bertahan hidup dalam masa 1-2 hari dan siap untuk dibuahi.

Masa subur seorang wanita dapat dihitung dengan perhitungan mandiri selain dengan menggunakan pengamatan perubahan fisik. Menstruasi dan siklus menstruasi menjadi salah satu faktor penting yang berkaitan erat dengan masa subur. Jika ingin mengetahui masa subur dari siklus menstruasi, maka harus dibuat tabel catatan tentang siklus menstruasi setiap bulannya.

Wanita yang menghendaki hamil sesuai dengan perencanaan, maka mengetahui tingkat kesuburannya adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki, terutama saat-saat akan melakukan persetubuhan dengan suaminya. Bagi wanita dengan masa haid yang normal, tidak akan sulit menentukan masa suburnya. Sedangkan bagi wanita yang memiliki masa haid tidak teratur, dapat diketahui masa suburnya dengan cara tertentu.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui masa subur seorang wanita.

1). Metode konvensional (khusus wanita dengan siklus menstruasi teratur), yaitu dengan menggunakan sistem penanggalan. Cara ini tidak begitu efektif jika digunakan untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

2). Metode viskositas cairan vagina. Metode ini merupakan cara yang sangat praktis. Untuk mendeteksi masa subur, cairan vagina/lendir vagina akan ditarik. Apabila setelah ditarik 10 cm ternyata lendir tidak putus, maka dapat dideteksi bahwa wanita sedang dalam masa subur.

3). Metode alat pengetes urine. Cara ini membutuhkan alat tertentu untuk menentukan masa subur. Alat ini adalah sebuah tester yang banyak dijual di apotek. Penggunaan alat ini adalah dengan cara mengambil urine yang dikeluarkan antara jam 10.00 – 20.00 karena pada jam ini, adalah contoh urine yang terbaik. Hasilnya bisa dibaca secara sederhana di alat ini. Apabila tester menunjukkan 2 strip atau garis yang muncul di test area warnanya lebih gelap dari garis di control area, maka dapat diketahui bahwa wanita tersebut sedang dalam masa subur. Sangat tidak dianjurkan jika pengetesan dilakukan pada waktu terlalu pagi.

Berikut ini prosedur rinci yang dapat dilakukan untuk mendeteksi masa subur dengan tes urine.

3.a). Pastikan menggunakan urine antara jam 10.00 – 20.00. Hindari penggunaan urine pertama pada pagi hari.

3.b). Sediakan wadah yang kering dan bersih untuk menampung urine.

3.c). Tampung urine pertama pada wadah bersih dan kering tersebut.

3.d). Keluarkan alat testnya (silica gel tidak digunakan untuk mengetes, oleh karena itu, jangan terkecoh dengan silica gel yang biasanya disertakan juga dalam satu kemasan alat test)

3.e). Masukkan ujung penyerap alat test pada penampung urine untuk midstream selama 5 detik (pastikan tidak melebihi tanda anak panah yang terdapat pada alat test)

3.f). Tutup kembali alat test

3.g). Tunggu sampai muncul garis warna

3.h). Setelah berlangsung 3 menit dan sebelum 10 menit, segera mungkin lakukan pembacaan terhadap hasil test.

3.i). Cara pembacaan :

Positif
Ditandai dengan munculnya dua garis warna atau jika garis warna pada daerah tes (T) lebih gelap atau sama dengan garis Daerah control (C). Artinya wanita yang diperiksa sedang mengalami masa subur, ovulasi akan terjadi dalam waktu 24-48 jam berikutnya. Oleh karena itu jika ingin hamil, maka dalam waktu 24-48 jam setelah melakukan test hingga 48 jam dari waktu test, harus segera melakukan hubungan badan.

Negatif
Ditandai dengan munculnya garis warna atau jika garis warna Daerah Test(T) lebih muda dari garis warna daerah control (C). Artinya bila hubungan intim dilakukan, kemungkinan besar tidak menyebabkan kehamilan, karena hal itu menandakan wanita istri anda sedang tidak dalam masa subur.

3.j). Bila pasangan belum ingin memperoleh momongan, maka hindari berhubungan badan jika hasil yang didapat adalah positif dalam jangka waktu sampai dengan 6 hari. Hubungan badan aman untuk dilakukan jika hasil yang didapat adalah negatif.

4). Metode temperatur. Metode ini dilakukan dengan mengukur suhu basal wanita. Suhu basal wanita dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesuburan seorang wanita. Pasangan yang ingin praktis tentunya tidak ingin menggunakan metode ini. Berikut ini contoh pembacaan suhu tubuh wanita :

4.a). Ukur suhu tubuh pada jam yang sama setiap pagi (sebelum bangkit dari tempat tidur) dan catat hasilnya pada grafik yang tersedia.

4.b). 10 hari pertama dalam masa siklus haid adalah suhu puncak harian “normal dan rendah”. Kondisi ini diluar normal atau biasanya.

4.c). Jika kebetulan demam atau ada hal lainnya yang menyebabkan suhu tubuh tinggi, abaikan hal tersebut.

4.d). Dari titik tertinggi suhu tubuh pada 10 hari pertama ini, tarik garis 0,05 hingga 0.1 derajat celsius ke atas dan tandai sebagai titik atas. Dari titik atas ini kemudian tarik garis mendatar yang melampaui semua suhu dalam 10 hari pertama ini. Garis ini disebut garis pelindung atau garis suhu.

Petunjuk Pembacaan Grafik :

4.a). Periode tidak subur. Bila suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal, maka ini adalah periode tidak subur. Periode ini dimulai pada sore hari setelah tiga hari berturut-turut suhu berada di atas garis pelindung.

4.b). Hari dimana pasangan tidak dibolehkan untuk senggama. Hari ini dimulai ketika pertama mulai haid hingga sore hari ketiga masa haid. Pada tiga hari ini biasanya terjadi kenaikan suhu basal tubuh.

4.c). Jika terjadi penurunan suhu basal tubuh hingga melewati ambang batas suhu basal tubuh yang seharusnya terjadi kenaikan, maka ini menandakan ovulasi belum terjadi. Hal ini tidak dapat dijadikan patokan fase tak subur.

4.d). Pasangan boleh melakukan hubungan badan hingga akhir siklus haid, bila fase tak subur telah terlewati. Wanita juga dibolehkan untuk tidak melakukan pengukuran suhu. Pencatatan dapat mulai lagi dilakukan untuk siklus haid berikutnya setelah fase tak subur telah selesai.

Metode suhu basal banyak digunakan oleh pasangan yang melakukan Keluarga Berencana Alami.

cara menghitung masa subur

5). Metode perhitungan. Masa subur dapat diukur dengan menggunakan suatu metode perhitungan tertentu. Cara ini cukup rumit sehingga tidak mudah untuk melakukannya. Berikut ini contoh menghitung masa subur dengan metode ini :

5.a). Bila siklus haid teratur (28 hari). Hari ke-12 hingga hari ke-16 adalah masa suburnya. Sedangkan hari pertama dihitung sebagai hari ke-1. Contoh : Seorang istri mendapat haid tanggal 1 Desember. Maka tanggal 12 sebagai hari ke-12 dan tanggal 16 sebagai hari ke-16 adalah masa suburnya. Pada masa itu suami istri boleh melakukan hubungan badan jika ingin memiliki anak. Jika ingin tidak mempunyai anak, maka jangan berhubungan badan, atau bisa melakukan hubungan badan menggunakan kondom atau senggama terputus.

5.b). Bila siklus haid tidak teratur. Siklus haid dihitung mulai hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya. Pencatatan ini dilakukan selama 6 bulan secara berurutan. Berikut ini rumusnya :

Hari pertama masa subur = jumlah hari terpendek – 18
Hari terakhir masa subur = jumlah hari terpanjang – 11

Contoh :

Siklus terpendek dari jarak hari pertama masa haid adalah 25 hari. Sedangkan siklus terpanjang dari jarak hari pertama masa haid adalah 30 hari. Dari data ini, dapat diperoleh hasil perhitungan berikut :

1). 25 – 18 = 7
2). 30 – 11 = 19

Maka masa suburnya adalah mulai hari ke-7 sampai hari ke 19 dari hari pertama masa haid. Jika pasangan ingin memiliki anak, maka dalam rentang waktu ini adalah waktu yang tepat. Jika masih belum memiliki momongan, maka masa ini adalah masa yang tidak disarankan berhubungan badan.

Dari berbagai metode cara mendeteksi masa subur wanita, cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan metode viskositas cairan vagina dan tes urine. Kedua cara ini praktis dan dapat dilakukan oleh setiap wanita.dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *